PRAKTIK KERJA NYATA TERPADU (PKNT)
Penguatan Peran Kader Kesehatan terkait Penanggulangan Stunting dalam Rangka Mendukung Transformasi Layanan Primer Kota Cimahi melalui Pendekatan IPE/IPC
Praktik Kerja Nyata Terpadu (PKN Terpadu) merupakan salah satu mata kuliah di Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung yang diberikan kepada mahasiswa di semester akhir sebagai salah satu bentuk pelaksanaan inter professional education (IPE) dan inter professional collaboration (IPC). Dalam pelaksanaanya diperlukan pedoman untuk mengakomodir pencapaian tujuan mata kuliah PKN Terpadu dengan optimal. Pedoman PKN Terpadu ini dirancang sebagai acuan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kemampuan dan keterampilannya secara langsung di lapangan, juga untuk para dosen pembimbing yang mengarahkan mahasiswa mencapai tujuan.
Praktik Kerja Nyata Terpadu (PKN Terpadu) merupakan salah satu mata kuliah di Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung yang diberikan kepada mahasiswa di semester akhir sebagai salah satu bentuk pelaksanaan inter professional education (IPE) dan inter professional collaboration (IPC). Dalam pelaksanaanya diperlukan pedoman untuk mengakomodir pencapaian tujuan mata kuliah PKN Terpadu dengan optimal. Pedoman PKN Terpadu ini dirancang sebagai acuan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kemampuan dan keterampilannya secara langsung di lapangan, juga untuk para dosen pembimbing yang mengarahkan mahasiswa mencapai tujuan.
Praktik Kerja Nyata Terpadu (PKN Terpadu) merupakan salah satu mata kuliah di Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung yang diberikan kepada mahasiswa di semester akhir sebagai salah satu bentuk pelaksanaan inter professional education (IPE) dan inter professional collaboration (IPC). Dalam pelaksanaanya diperlukan pedoman untuk mengakomodir pencapaian tujuan mata kuliah PKN Terpadu dengan optimal. Pedoman PKN Terpadu ini dirancang sebagai acuan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kemampuan dan keterampilannya secara langsung di lapangan, juga untuk para dosen pembimbing yang mengarahkan mahasiswa mencapai tujuan.
Praktik Kerja Nyata Terpadu (PKN Terpadu) merupakan salah satu mata kuliah di Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung yang diberikan kepada mahasiswa di semester akhir sebagai salah satu bentuk pelaksanaan inter professional education (IPE) dan inter professional collaboration (IPC). Dalam pelaksanaanya diperlukan pedoman untuk mengakomodir pencapaian tujuan mata kuliah PKN Terpadu dengan optimal. Pedoman PKN Terpadu ini dirancang sebagai acuan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kemampuan dan keterampilannya secara langsung di lapangan, juga untuk para dosen pembimbing yang mengarahkan mahasiswa mencapai tujuan.
Mata kuliah ini membahas konsep lansia dengan segala kompleksitas permasalahannya dan asuhan keperawatan kesehatan lansia dalam rentang sehatsakit. Lingkup asuhan keperawatan meliputi: peningkatan kesehatan, pencegahan penyaki, pemeliharaan kesehatan dan pemulihan kesehatan gerontik
dengan pendekatan proses keperawatan dan melibatkan keluarga secara penuh serta pemanfaatan sumber-sumber yang ada dikomunitas. Praktik di
tatanan komunitas didesain untk memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengaplikasikan keperawatan gerontik.
Mata kuliah ini membahas mengenai asuhan keperawatan keluarga yang dilandasi oleh konsep-konsep yang terkait dengan keluarga, fokus yang dibahas dalam mata
kuliah ini adalah konsep pelayanan kesehatan primer, konsep komunitas, konsep keluarga, trend dan issue dalam keperawatan keluarga, manajemen sumber daya
keluarga dan asuhan keperawatan keluarga. Kegiatan dilakukan melalui kuliah, pembelajaran praktek di laboratoriun dan pengalaman praktek lapangan.
Mata kuliah ini memberikan kemampuan pada mahasiswa untuk memahami tentang korupsi dengan menanamkan nilai
dan prinsip anti-korupsi baik di lingkunagn kampus, keluarga dan masyarakat. Memiliki pengetahuan tentang korupsi,
penyebab korupsi,dampak korupsi,pemberantasan korupsi, tata Kelola pemerintahan yang baik dan bersih, nilai dan
prinsip anti korupsi, sejarah korupsi dan tndak pidana korupsi, sehingga dapat berprilaku anti-korupsi, sehingga dapat
berperilaku anti korupsi dalam kehidupan senahri-hari. Pembelajaran menggunakan metode ceramah tatap muka, Vilep (Virtual Learning), diskusi interaktif, simulasi (bermain
peran) dan praktikum/praktik lapangan. Strategi pembelajaran melalui kuliah dan praktikum.
Penilaian dilakukan dalam bentuk ujian tulis, penugasan dan ujian praktikum/praktik yang berasal dari komponen.
Bobot Penilaian: Teori 35% (Penugasan 30%, UTS 35%, UAS 35%)
Praktek 65 % (Unjuk kerja harian 50%, Ujian Praktikum 30%,tugas/makalah/laporan 20%
Mata kuliah ini menguraikan tentang teori dan konsep komunikasi umum dan komunikasi terapeutik dalam
keperawatan, serta penerapan komunikasi dalam proses keperawatan pada berbagai kasus dan tingkat usia.
Pembelajaran mata kuliah ini menggunakan metoda Ceramah, Tanya Jawab,Penugasan dan Role-playing. Penggunaan
metoda ini diharapkan mahasiswa dapat menginternalisasikan dan menerapkannya pada tatanan.
Penguasaan kemampuan mahasiswa dievaluasi dengan penilaian teori dan praktikum yang terdiri atas:
Teori (35%) :
- Penugasan individu : 30%
- UTS : 35%
- UAS : 35%
Praktik (65%) :
- Unjuk kerja harian (diskusi & Roleplay) : 50%
- Ujian Praktikum : 30%
- Laporan (Skenario/Skript) : 20%
Mata Kuliah ini menguraikan tentang hubungan negara dan warga negara sebagai pengenalan identitas bangsa, negara, dan konstitusi, demokrasi Indonesia, hukum hak asasi manusia, wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia, ketahanan nasional Indonesia, serta integritas nasional. Kegiatan belajar interaktif dapat dikembangkan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa menyelesaikan capaian pembelajarannya Evaluasi dan Bobot Penilaian:
- Penugasan individu (30%)
- UTS 35%
- UAS 35%
Mata kuliah ini menjelaskan tentang landasan dan tujuan pendidikan Pancasila, pertumbuhan paham kebangsaan Indonesia,
sistem ketatanegaraan RI, dinamika pelaksanaan UUD 1945, Pancasila sebagai sistem filsafat, sistem etika, ideologi, paradigma
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bentuk pembelajaran kuliah daring dan praktik dengan metode ceramah,
diskusi, Brain Storming, SGD (Small Group Discussion), menonton video, presentasi.
Bobot evaluasi:
Teori: UTS 35%, UAS 35%, Tugas 30%
Mata kuliah ini menguraikan tentang teori konsep dasar pendidikan budaya anti korupsi, menanamkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip anti korupsi dan dampak masif korupsi serta peran serta aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di indonesia.
Bobot evaluasi untuk masing-masing penilaian yaitu:
Nilai Teori
- UTS (35%),
- UAS (35%) dan,
- Tugas (30%).
Nilai Praktik
- Praktik Harian (50%)
- Ujian Praktek (30%)
- Dokumentasi praktik (20%).
Bobot penialain T:P= 35%:65%
Mahasisiwa dianggap lulus apabila mencapai nilai minimal 56 untuk T (2,00 = C) Dan minimal 71 untuk P (3,00=B)
Kesempatan mengulang ujian hanya diberikan sebanyak 1 kali